Bekas Pangeran Jadi Sufi dan Bekas Budak Jadi Pemabuk

Ibrahim bin Adham (w. 161 H) adalah pangeran Balkh, Khurasan, yang meninggalkan kerajaan dan segala gemerlap duniawi untuk menjadi seorang sufi. Sebelum ia menjadi sufi, ia memiliki sejumlah budak dan ketika ia menempuh jalan sufi, ia memerdekakan semua budaknya.

Suatu ketika salah seorang bekas budaknya yang menjadi pemabuk bertemu dengan Ibrahim bin Adham dalam keadaan mabuk. Terjadi dialog di antara keduanya. “Wahai Tuan, tolong antarkan saya ke rumah!” kata si bekas budak. Ibrahim bin Adham kemudian mengantarkannya ke kuburan. Si bekas budak tersebut kemudian marah dan berkata: “Saya minta diantar ke rumah, tapi engkau mengantarku ke kuburan.” Ibrahim bin Adham menjawab: “Wahai orang yang tidak normal, inilah rumah yang sejati, rumah lainnya adalah semu.” Mendengar jawaban ini, si bekas budak kemudian memukul bekas tuannya sendiri. Ibrahim bin Adham tidak membalasnya dan justru berdo’a: “Semoga Allah mengampunimu (ghafarallahu laka).”

Di tengah kejadian itu, lewatlah seorang lelaki dan menegur si pemabuk: “Sesungguhnya orang yang kau pukul itu adalah bekas tuanmu yang telah memerdekakanmu.” Tidak menyadari bahwa yang dipukul adalah bekas tuannya, si pemabuk memastikan dengan bertanya: “Siapakah sebenarnya orang yang saya pukul ini?” Lelaki itu menjawab: “Dia adalah bekas  tuanmu yang telah memerdekakanmu, Ibrahim bin Adham.”

Si pemabuk langsung turun dari kudanya dan bersimpuh meminta maaf kepada Ibrahim bin Adham. “Saya sudah memaafkanmu,” kata Ibrahim bin Adham. Heran dengan sikap bekas tuannya, si pemabuk bertanya: “Wahai tuan, ketika engkau saya pukul, engkau justru mendoakanku dengan kebaikan. Bahkan, engkau mendoakanku dengan kebaikan pada setiap pukulan yang engkau terima.” Ibrahim bin Adham menjawab: “Bagaimana aku tidak mendoakanmu dengan kebaikan, engkau telah menjadikan sebab aku masuk surga dengan pukulanmu dan rasa sakit yang ku terima.” (Wallahu a’lam)

Disarikan dari: Al-Mawa’id Al-‘Ushfuriyyah karya Muhammad ibn Abi Bakr Ushfuri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *