KH. Luqman tentang Surat An-Nisâ`: 59 sebagai Solusi Problem Keluarga

Dalam menjalani kehidupan keluarga, layaknya seseorang yang menempuh perjalanan, ia pasti akan mengalami sejumlah dinamika. Kadang pasang dan kadang surut. Apalagi di masa pandemi. Sejumlah persoalan rentan datang menghampiri.

Terkait masalah di atas, dalam kajian Soul bertema “Meraskaan Peran Keluarga di Era Pandemi”, KHM. Luqman Hakim mengutip Al-Quran surat an-Nisâ` ayat 59 berikut:

فَإِنْ تَنازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ

Artinya: “…kemudian kalian kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul-Nya.” [QS. an-Nisâ (04): 59]

Ayat di atas, urai KH. Luqman, menegaskan bahwa jika kalian berkonflik (tanaza’tum) maka solusinya adalah kalian harus kembali kepada Allah dan Rasul-Nya. Bagaimana aplikasi kembali kepada Allah dan Rasul-Nya dalam kehidupan berkeluarga?

Pengasuh Ma’had ‘Aly Raudhatul Muhibbin, Bogor, itu menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kembali kepada Allah adalah dzikrullâh (mengingat Allah. Sedangkan, kembali kepada Rasul-Nya adalah ber-shalawat.

Terkait dengan shalawat, KH. Luqman melanjutkan, ada jaminan dari Allah bahwa Allah tidak akan menyiksa suatu kaum yang di dalamnya ada Rasul-Nya. Artinya, jika seseorang membaca shalawat, berarti ada Muhammad dalam dirinya dan Allah tidak akan menyiksanya.

Dalam konteks keluarga, yang dimaksud dengan mengembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah mengembalikan tujuan berkeluarga yaitu untuk mencari ridha Allah, bukan sekadar mencari status sosial, misalnya, dengan jalan mengikuti sunnah-sunnah Rasul-Nya.

Selain itu, kembali kepada Allah dan Rasul-Nya adalah sebuah keluarga juga harus diselimuti oleh doa. Bahkan, doa untuk anak-cucu dan keturunan sampai kiamat, doa agar mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat.

Oleh karenanya, berdasarkan perspektif di atas, direktur Sufi News itu kemudian memungkasi pembahasan dengan mengatakan bahwa jika dalam keluarga terdapat sejumlah masalah maka itu jangan dilihat sebagai siksaan Allah. Itu adalah bentuk cinta Allah kepada hamba-Nya.

***

Berapa banyak di antara kita yang kembali kepada Allah justru saat sedang diterpa masalah? Tapi, rasanya, akan lebih baik jika untuk kembali kepada Allah tidak perlu menunggu ada masalah. Wallâhu a’lam (SoulKajian)