Menolak Undangan Penganut Majûsî, Nabi Ibrâhîm Ditegur Allah

Dikisahkan bahwa suatu ketika, seorang penganut agama Majûsî mengundang Nabi Ibrâhîm AS untuk menghadiri jamuan makanan yang diadakannya.

Nabi Ibrâhîm AS bersedia hadir dengan syarat. “Baiklah, tapi dengan syarat Anda harus masuk Islam dulu,” kata Nabi Ibrâhîm. Mendengar jawaban ini, penganut agama Majûsî tersebut berlalu meninggalkan Nabi Ibrahim.

Seketika itu Allah mengirimkan wahyu dan menegur Nabi Ibrâhîm. Dalam wahyu tersebut, Allah berfirman: “Selama lima puluh tahun Aku memberinya makan meski ia kafir. Apa salahnya jika engkau menerima barang sesuap makanan darinya tanpa harus menuntutnya berpindah agama?”

Setelah menerima wahyu tersebut, Nabi Ibrâhîm berlari mengejar pengikut Majusi tersebut. Setelah menjumpainya, Nabi Ibrâhîm menyampaikan permohonan maaf karena telah menolak undangannya. Pengikut agama Majûsî itu kemudian bertanya kepada Nabi Ibrâhîm perihal apa yang terjadi.

Nabi Ibrâhîm menceritakan bahwa dirinya telah ditegur Allah karena telah menolak undangannya. Setelah mendengar penjelasan Nabi Ibrâhîm, pengikut agama Majûsî itu kemudian masuk Islam. Wallâhu a’lam (Ahmad Rizal/SoulKajian)

Disarikan dari ar-Risâlah al-Qusyairiyah karya ‘Abdul Karîm al-Qusyairî (376-465 H./986-1072 M.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *