Pasar, Masjid, dan Rumah, Sama Nilainya

Abû Ja’far al-Farghânî menceritakan bahwa suatu ketika, dirinya bersama seorang sufi agung, Junaid al-Baghdadi, hingga sampai pada perbincangan mengenai orang-orang yang senantiasa duduk ber-dzikir di masjid sehingga tampak seperti para sufi seraya menyepelekan dan mencela orang-orang yang beraktivitas di pasar.

Menanggapi hal tersebut, Junaid berkata: “Banyak orang yang memasuki pasar nilainya sama seperti memasuki masjid.”

Lebih lanjut, Junaid mengatakan bahwa dirinya mendapati ada di antara orang-orang yang di pasar itu mempunyai wirid harian berupa shalat sebanyak 300 rakaat dan 30.000 tasbih.

Imam al-Ghazâlî mengomentari kisah di atas dalam Ihyâ` dengan mengatakan bahwa bagi orang-orang yang melakukan perdagangan di dunia bukan sekadar mencari kesenangan dunia tetapi justru menjadikannya sebagai sarana menuju akhirat, maka baginya, pasar, rumah, dan masjid, nilainya adalah sama: ketakwaan.

Semoga kita tidak berburuk sangka dan memandang rendah kepada mereka yang berada di tempat-tempat kerja: pasar, kafe, kantor, pabrik dan sebagainya. Kita tidak pernah tahu, ada di antara mereka yang di tengah aktivitas duniawinya, ada ruh ukhrawi yang senantiasa menyelimutinya. Wallâhu a’lam (Ahmad Rizal/SoulKajian).