Sengsara Membawa Nikmat: Derajat Hasan al-Bashrî

Al-Hajjâj bin Dînâr menceritakan kisah al-Hakam bin Hujal, teman karib Ibnu Sîrîn. Setelah Ibnu Sîrîn meninggal, ia tampak sangat sedih hingga suatu saat bertemu dalam mimpi. Dalam mimpinya, selain menanyakan kabar karibnya itu, ia juga menanyakan kabar Hasan al-Bashrî. Berikut kisahnya.

Ketika Ibnu Sîrîn meninggal, ia sangat berduka karenanya. Keadaan itu membuatnya dijenguk seperti layaknya orang sakit. Ia mengatakan bahwa dirinya melihat Ibnu Sîrîn di dalam mimpinya. Ia mendapati karibnya itu berada di sebuah istana. Ibnu Sirin, sebagaimana disaksikan al-Hakam, berada di posisi yang sangat mulia. “Saudaraku, aku turut bersuka cita melihat keadaanmu,” ujar al-Hakam kepada Ibnu Sîrîn dalam mimpinya.

Al-Hakam pun menanyakan kabar dan keadaan Hasan al-Bashrî, yang telah meninggal juga, kepada Ibnu Sîrîn. Ibnu Sîrîn menjawab, “Hasan al-Bashrî berada di atasku terpaut sembilan puluh derajat.” Al-Hakam lantas menanyakan apa sebabnya. Ibnu Sîrîn menjawab, “karena lamanya kesedihan yang dialaminya.” Wallâhu a’lam (Ahmad Rizal/SoulKajian)

Sumber: Abû Nu’aim al-Ashbihânî, Hilyâh al-Auliyâ` wa Thabaqât al-Ashfiyâ`

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *