Rumah Ibadah Yang Pertama

Dalam surat Ali ‘Imrân ayat 96, Allah SWT menjelaskan bahwa “rumah ibadah” yang pertama kali diciptakan di bumi ini adalah yang berada di kota Makkah al-Mukarramah. Allah SWT berfirman:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبارَكاً وَهُدىً لِلْعالَمِينَ

Artinya: Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun (untuk beribadah) bagi umat manusia adalah yang ada di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. [QS. Ali ‘Imran (3): 96]

Senada dengan ayat di atas, berikut ini adalah hadits terkait hal tersebut:

قلتُ: يَا رسولَ اللَّهِ، أيُّ مَسجِد وُضِع فِي الْأَرْضِ أوَّلُ؟ قَالَ: “الْمسْجِدُ الْحَرَامُ”. قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: “الْمسجِدُ الأقْصَى”. قُلْتُ: كَمْ بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: “أرْبَعُونَ سَنَةً”. قلتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: ثُم حَيْثُ أدْرَكْت الصَلاةَ فَصَلِّ، فَكُلُّهَا مَسْجِدٌ”

Artinya: Aku (Abu Dzar) bertanya: Ya Rasulallah, masjid apa yang pertama kali dibangun di bumi? Nabi menjawab: Masjidil Haram. Kemudian aku (Abu Dzar) bertanya: Kemudian masjid apa” Nabi menjawab: Masjid al-Aqsha. Aku (Abu Dzar) bertanya: berapa lama jarak pembangunan keduanya? Nabi menjawab: Empat puluh tahun. Aku (Abu Dzar) bertanya: Kemudian masjid apa? Nabi menjawab: Di manapun kamu mendapati waktu shalat, maka shalatlah karena seluruh bumi adalah masjid. [Hadits ini diriwayatkan di antaranya dalam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Musnad Imam Ahmad, Shahih Ibn Hibban, Shahih ibn Khuzaimah]  

Bakkah atau Makkah?

Bakkah adalah nama lain untuk Makkah, yang orang Indonesia mengenalnya dengan Mekah. Demikian menurut pendapat yang Masyhûr. Menurut Abû Shalih, Ibrâhim an-Nakha’i, ‘Athiyah al-‘Aufi, dan Muqâtil bin Hayyân, Bakkah adalah tempat Baitullah berada dan sisanya adalah Makkah.

Disebut Bakkah karena tempat ini membuat banyak orang zalim dan kejam bersimpuh dan menundukkan diri (liannahâ tabukku a’nâq azh-zhulmah wal jabâbirah). Dikatakan pula disebut Bakkah karena berdesak-desakkannya orang-orang untuk melaksanakan thawaf (bakkah bermakna izdihâm: berdesak-desakan). Hubungan antara penamaan Bakkah dengan Makkah adalah kebiasaan orang-orang Arab mengubah huruf ba’ menjadi mim dan sebaliknya.

Selain Bakkah, Makah juga mempunyai sejumlah nama sebagai berikut: Baitul ‘Atîq, Baitul Haram, Baladul Amîn wal Ma`mun, Ummu Ruhm, Ummul Qurâ, Shalah, ‘Arys, Qâdis, Muqaddasah, Nâssah, Bâssah, Hâthimah, Nassâsah, Ra`s, Kûtsî, Buldah, Baniyyah dan Ka’bah.  

Pembangunan dan Pembaharuan

Sejarah mencatat bahwa pembangunan Ka’bah di Masjidil Haram dilakukan oleh Nabi Ibrâhîm AS sebagaimana juga diabadikan dalam Surat al-Baqarah ayat 127. Sedangkan pembangunan Masjidil Aqsha dilakukan oleh Nabi Sulaimân bin Dâûd AS sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih dari Abdullah bin ‘Umar.

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa jarak di antara keduanya adalah empat puluh tahun. Sedangkan, menurut para pakar sejarah, sebagaimana juga dikonfirmasi oleh banyak mufassir, jarak Nabi Ibrahim dan Nabi Sulaiman adalah lebih dari seribu tahun.

Para mufassir dan pen-syarah hadits berusaha mengurai kemusykilan tersebut. Hadits di atas menjelaskan awal mula pembangunan pondasi (ta`sîs) dua masjid tersebut. Sedangkan Nabi Ibrahim dan Nabi Sulaiman hanya melakukan pembangunan ulang atau pembaharuan (tajdîduhu la ta`sîsuhu) terhadapnya. Dengan demikian, selisih empat puluh tahun dalam hadits di atas tidak merujuk kepada selisih pembaharuan yang dilakukan oleh dua Nabi tersebut terhadap dua masjidnya masing-masing.

Menjawab kemusykilan tersebut, Al-Qurthubi berkata:

فَقِيلَ: إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَسُلَيْمَانَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ إِنَّمَا جَدَّدَا مَا كَانَ أَسَّسَهُ غَيْرُهُمَا

Artinya: maka dikatakan bahwa sesungguhnya Ibrahim AS dan Sulaiman AS hanyalah memperbaharui apa yang telah dibangun pondasinya.

Penyematan gelar pembangun Masjidil Aqsha kepada Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, sebagaimana dikemukakan al-Khatâbi yang dikutip dalam ‘Umdah al-Qârî Syarh Shahîh al-Bukhârî, adalah karena mereka berdua yang melakukan pembaharuan dan perluasan terhadap Masjidil Aqsha yang, kemungkinan, pondasi awalnya sudah dibangun oleh sebagian para Waliyullah. Wallâhu a’lam (Ahmad Rizal/SoulKajian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *