Ibnu al-Munkadir Menghajikan Semua Orang

Diceritakan dari Muhammad bin Al-Munkadir (w. 747 M.) bahwa dirinya menunaikan ibadah haji sebanyak tiga puluh tiga kali. Haji yang pertama untuk menunaikan kewajiban bagi dirinya sendiri dan haji kedua dan ketiga untuk ayah dan ibunya.

Kemudian sisanya, sebanyak 30 haji, dipersembahkan untuk semua orang yang hajinya tidak diterima. Ketika ia menyampaikan maksud ini kepada Allah, Allah memberikan jawaban lain. Berikut kisahnya.

Untukku, Bapakku, Ibuku dan Semua Orang
Pada pelaksanaan ibadah haji yang terakhir, tepatnya ketika ia sedang melaksanakan wukuf di padang Arafah, ia berkata:
“Ya Allah, sesungguhnya aku telah melakukan wukuf di tempat ini sebanyak tiga puluh tiga kali. Haji yang pertama adalah untukku sendiri, haji kedua untuk bapakku dan haji ketiga untuk ibuku. Aku menjadikan-Mu sebagai saksi wahai Tuhanku bahwa sesungguhnya aku hadiahkan tiga puluh hajiku untuk orang yang menunaikan ibadah haji dan wukuf di padang Arafah ini tetapi tidak diterima.”

2000 Tahun Sebelum Arafah Diciptakan, Allah Telah Menerimanya
Ketika ia meninggalkan padang Arafah dan sampai di Muzdalifah, ia beristirahat hingga tertidur. Dalam mimpinya, ia menerima pesan sebagai berikut:
“Wahai Ibnu al-Munkadir, apakah engkau hendak melakukan kemuliaan kepada Tuhan yang telah menciptakan kemuliaan? Apakah engkau hendak bermurah hati kepada Tuhan yang telah menciptakan kemurahan? Sesungguhnya Allah berfirman kepadamu: Demi kemuliaan dan keagunganku, sungguh aku telah mengampuni orang-orang yang wukuf di Arafah sebelum aku menciptakan Arafah dalam jarak dua ribu tahun.” Wallâhu a’lam (Ahmad Rizal/SoulKajian)

Disarikan dari Irsyâd al-‘Ibâd ilâ Sabîl ar-Rasyâd karya Zainuddîn Al-Mâlabarî (w. 987 H./1579 M.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *