Amalan Bakda Shalat Jum’at: Lindungan dan Jaminan Rizki dari Allah

Hari Jum’at adalah hari yang penuh keistimewaan. Di antara hal yang membedakannya dengan hari lainnya adalah adanya kewajiban Shalat Jum’at secara berjama’ah, tentu jika ketentuannya terpenuhi.

Selain amalan wajib shalat Jumat di atas, segudang amalan sunah juga menanti untuk diamalkan. Di antaranya adalah amalan seusai pelaksanaan Shalat Jum’at sebagai berikut.

Selepas salam Shalat Jumat dianjurkan membaca surat-surat berikut:

  • Surat al-Fâtihah sebanyak 7 kali
  • Surat al-Ikhlâsh sebanyak 7 kali
  • Surat al-Falaq sebanyak 7 kali
  • Surat an-Nâs sebanyak 7 kali

Berdasarkan hadits dari Siti ‘Aisyah RA, pengamal amalan di atas akan mendapat perlindungan Allah Swt dari keburukan sampai hari Jumat berikutnya.

Menurut al-Hâfizh al-Mundzirî, orang yang mengamalkan amalan di atas akan mendapat pengampunan atas dosa-dosanya di masa lalu dan yang akan datang serta diberikan pahala sejumlah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang tersebut akan mendapatkan penjagaan (al-hifzh) dari Allah baik urusan agama, duniawi maupun keluarga.

Dalam riwayat al-Hâfidz al-Mundzirî, surat-surat di atas dibaca sebelum yang bersangkutan mengubah posisi kakinya, dalam riwayat lain disebutkan sebelum berbicara dan mengubah posisi kaki.

Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa berikut:

يَا غَنِيُّ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيمُ يَا وَدُودُ

Yâ Ghaniyyu Yâ Hamîdu Yâ Mubdi`u Yâ Mu’îdu Yâ Rahîmu Yâ Wadûd

Artinya: “Wahai Zat Yang Maha Kaya, Wahai Zat Yang Maha Terpuji, Wahai Zat Yang Maha Mengawali, Wahai Zat Yang Maha Mengembalikan, Wahai Zat Yang Maha Penyayang, Wahai Zat Yang Maha Mencintai!”

أَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكّ

Aghninî bi halâlika ‘an harâmika wa bi thâatika ‘an mashiyatika wa bi fadhlika ‘an man siwâka

Artinya: “Cukupkanlah diriku dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu, dengan ketaatan kepada-Mu dari kemaksiatan kepada-Mu, dengan keutamaan-Mu dari selain-Mu.”

Bacaan versi Anas RA:

اللّهُمَّ أَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ، وَبِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ

Allâhumma aghninî bi fadhlika ‘amman siwâka, wa bi halâlika ‘an harâmika

Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku lantaran keutamaan-Mu dari apapun selain-Mu dan  lantaran kehalalan-Mu dari hal-hal yang Engkau haramkan.”

Anas RA mengatakan bahwa barang siapa yang membaca do’a di atas, ia akan diberikan kecukupan oleh Allah sejak Jum’at hari itu sampai hari Jum’at berikutnya.  Dalam riwayat lain dikatakan bahwa barang siapa yang senantiasa mengamalkan alaman di atas, Allah akan memberikan kecukupan dan menjauhkannya dari sifat butuh kepada manusia serta akan mendapatkan rizki yang datangnya tidak terduga (rizq min haitsu la yahtasib). Wallâhu a’lam (Ahmad Rizal/SoulKajian)

Dirangkum dari:
Sulaiman bin ‘Umar al-‘Ajilî al-Jamal (w. 1204 H), Hâsyiyah al-Jamal ‘alâ Syarh Manhaj ath-Thullâb
Sulaimân bin Muhammad al-Bujairamî al-Mishrî asy-Syâfi’î (w. 1221 H), Hâsyiyah al-Bujairamî ‘alâ al-Khathîb Abû Bakr (al-Bakrî) ad-Dimyathî asy-Syâfi’i (w. 1310 H), I’ânah ath-Thâlibîn ‘alâ Fath al-Mu’în

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *