3 Kali Berturut-turut Tidak Shalat Jumat Termasuk Munafiq. Benarkah?

Di antara hadits yang terkait dengan kemunafikan seseorang akibat meninggalkan Shalat Jumat sebanyak 3 kali berturut-turut adalah yang diriwayatkan dalam Musnad Imâm Ahmad bin Hanbal berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ مُتَوَالِيَاتٍ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ»

Artinya: “Barang siapa meninggalkan Shalat Jumat sebanyak 3 kali berturut-turut tanpa ada ‘udzur maka Allah mencap hatinya.”

Redaksi hadits yang semakna dengan hadits tersebut di dalam al-Sunan al-Kubrâ-nya  al-Nasâ`î, Sunan Abî Dâwûd -nya Abû Dâwûd dan al-Mustadrak ‘alâ al-Shahîhain-nya al-Hâkim adalah sebagai berikut:

عَنْ أَبِي الْجَعْدِ الضَّمْرِيِّ، وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ»

Artinya: “Barang siapa meninggalkan Shalat Jumat 3 kali berturut-turut secara meremehkan maka Allah mencap hatinya.”

Dalam riwayat lain terdapat tambahan terhadap hadits di atas sebagai berikut:

وَجَعَلَ قَلْبَهُ قَلْبَ مُنَافِقٍ

Artinya: “…dan Allah menjadikan hatinya seperti hati orang munafik.” [lihat misalnya, Mustakhraj al-Thûsî ‘ala Jâmi’ al-Turmudzî]

Penjelasan

“Meremehkan (tahâwunan)”, maksudnya adalah bukan karena ada halangan.

“Allah mencap hatinya”, maksudnya adalah Allah menutup kebaikan-kebaikan untuk tidak sampai ke hati orang tersebut.

Jika ada Udzur

Yang perlu digaris bawahi dari hadits di atas dalam hal ini adalah redaksi “min ghair ‘udzr” (dengan tanpa udzur) dan “tahâwunan” (meremehkan atau menyepelekan).

Dengan demikian, jika meninggalkan Shalat Jumat dikarenakan ada alasan yang dapat diterima syariah, maka yang demikian ini diperbolehkan dan tidak termasuk dalam kelompok orang-orang yang diancam menjadi beku hatinya sehingga tidak dapat kebaikan dari Allah. Wallâhu a’lam (Ahmad Rizal/SoulKajian)

Referensi
Abû ‘Abdurrahman al-Nasa`i, al-Sunan al-Kubra
Abû Dâwûd, Sunan Abî Dâwûd
Ahmad bin Hanbal, Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal
Al-Hakim, Al-Mustadrak ‘ala al-Shahihain
Abû ‘Alî al-Hasan al-Thûsî, Mustakhraj al-Thûsî ‘ala Jâmi’ al-Turmudzî
Badr al- Dîn al-‘Ainî, Syah Sunan Abî Dâwûd
Nûr al-Dîn al-Malâ al-Hawarî, Mirqâh al-Mafâtih Syarh Misykâh al-Mashâbîh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *