KH. Mustain tentang Makhluk Berpasangan dan Sakinah, Mawaddah dan Rahmah

Kajian Soul edisi Keenam (Rabu, 18 Desember 2019) mengangkat tema “Merasakan Cinta Ilahi dalam Pernikahan” dengan menghadirkan Dr. KH. Mustain Syafi’i sebagai nara sumber.

Dalam kesempatan ini, Kiai Tain memulai kajian dengan mengutip surat Yâ Sîn ayat 36 berikut:

سُبْحَانَ الَّذِىْ خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ

Artinya: Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS. Yâ Sîn: 36)

Pakar tafsir dari Tebuireng tersebut menjelaskan bahwa ayat yang dimulai dengan “subhânalladzî… (maha suci dzat yang … -Allah)” biasanya menjelaskan sesuatu yang penting dan dahsyat. Dimulainya ayat yang membahas mengenai diciptakannya makhluk secara berpasang-pasangan di atas dengan “subhânalladzî” menunjukkan penting dan dahsyatnya masalah tersebut.

Selanjutnya, Kiai Tain menjelaskan bahwa hal yang diciptakan Allah secara berpasang-pasangan sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas meliputi 3 kelompok: Pertama, segala hal yang ditumbuhkan bumi (min mâ tunbitu al-ardh). Hal-hal yang ditumbuhkan bumi tersebut bisa meliputi banyak hal. Di antaranya adalah dalam bidang pertanian. Dalam hal ini, seorang saintis di bidang pertanian harus bercerdas-cerdas ria menggali dan menemukan pasangan benih-benih dan tumbuhan tertentu, misalnya. Kedua, diri mereka (min anfusihim), yaitu manusia. Ketiga, hal-hal yang tidak diketahui (min mâ lâ ya’lamûn).

Lebih lanjut, mengenai sakinah, mawaddah dan rahmah yang sering diungkapkan sebagai doa kepada mempelai agar bisa mewujudkannya, Kiai Tain menjelaskan bahwa urusan jodoh memang urusan Allah. Hal ini difahami dari penggunaan kata khalaqa dalam ayat yang menerangkan perihal perjodohan. Tapi, ketika berbicara mengenai mawaddah dan rahmah, Allah menggunakan redaksi ja’ala. Berikut bunyi ayatnya:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.” [QS. Al-Rûm: 21]

Secara bahasa, meski khalaqa dan ja’ala bermakna menciptakan atau menjadikan, tetapi keduanya memiliki perbedaan dalam hal prosesnya. Khalaqa bermakna penciptaan yang murni oleh Allah sedangkan ja’ala membutuhkan usaha manusia.

Dengan demikian, Kiai Tain memungkasi, jodoh memang ada di tangan Allah dengan visi besar untuk menciptakan ketenangan (litaskunû ilaihâ -sakinah), namun untuk mewujudkannya dibutuhkan dua piranti yang harus diusahakan oleh manusia, yaitu kasih dan sayang: mawaddah dan rahmah. (Ahmad Rizal AF/SoulKajian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *